|Bab 1: Di Balik Kabut Kematian
Kebangkitan Raja Kabut Purba

Bab 1: Di Balik Kabut Kematian

1,420 Kata • Terbit 2026-10-18

Kabut tebal merayap di sela-sela bebatuan lembah, dingin dan menusuk hingga ke sumsum tulang. Alistair membuka matanya perlahan. Langit di atasnya bukan lagi kubah emas kota suci Vaeloria yang megah, melainkan keabadian kelabu yang hening.

Dada kirinya berdenyut perih. Jubah zirah kehormatan yang ia kenakan kini robek bersimbah darah kering. Bekas tusukan belati suci milik Sang Archon masih membakar kulitnya seperti belerang menyala.

"Mereka mengira aku telah mati..." bisiknya parau. Suaranya serak, terhempas angin lembah yang meraung sepi.

Ia berusaha bangkit. Setiap gerak otot mengirim gelombang siksaan dari bahu hingga ujung jemari. Namun di balik rasa sakit itu, ada sesuatu yang asing. Denyut nadinya tidak lagi memompa darah merah hangat biasa, melainkan hawa dingin pekat yang berdengung bagai nyanyian kematian.

Di hadapannya, kabut hitam mulai berputar membentuk spiral. Dari pusaran itulah, sebuah takdir baru mulai dirajut.

14 Komentar Pembaca