|Bab 1: Pertemuan di Kuil Sunyi
Kebangkitan Raja Kabut Purba

Bab 1: Pertemuan di Kuil Sunyi

1,650 Kata • Terbit 2026-10-19

Langkah kaki Alistair bergema di atas lantai marmer retak kuil yang telah lama ditinggalkan. Lumut kelabu tumbuh di kaki-kaki pilar dewa yang telah dipenggal kepalanya.

"Jangan bergerak satu inci pun, Pengembara," sebuah suara dingin terdengar dari balik bayangan pilar utama.

Ujung tongkat kristal es terarah tepat ke tenggorokannya. Suhu udara di ruangan itu mendadak anjlok hingga napas Alistair mengembun tebal.

Gadis itu berdiri dengan sikap siaga. Jubah birunya bernoda abu pembakaran, namun matanya memancarkan ketegasan yang tak gentar. Alistair tidak mengangkat pedangnya. Ia hanya memandang lurus ke arah pupil mata gadis itu dengan tatapan datar.

"Tongkatmu bergetar, Nona Penenun," sahut Alistair santai. "Dan jika kau berniat membunuhku, kau sudah melakukannya sebelum aku melangkah melewati gerbang."

Lyra menyipitkan mata. Ia merasakan kejanggalan pada hawa tubuh pria di depannya—hawa yang seharusnya hanya dimiliki oleh mereka yang telah melintasi pintu kematian.

14 Komentar Pembaca
Bab SebelumnyaBab 2: Bisikan Retakan Kuno
Menunggu bab berikutnya dari penulis